
JAKARTA, KOMPAS.TV – Akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur daerah Jakarta, banjir tampak melanda kawasan Kelurahan Cipete Utara, Jakarta Selatan, Jumat (20/2/2026).
Hingga siang hari tadi terpantau air masih terlihat merendam jalan lingkungan serta sejumlah rumah warga. Diduga penyebabnya dikarenakan meluapnya aliran Kali Krukut.
Berdasarkan pantauan jurnalis KompasTV, di Jalan Gangkoba RT 03/RW 06, ketinggian air bervariasi mulai dari 15 hingga 70 sentimeter. Meski demikian, kondisi ini disebut sudah berangsur surut dibandingkan malam sebelumnya yang mencapai 110 sentimeter.
Baca Juga: Terbaru! Banjir Cipete Utara Imbas Luapan Kali Krukut, Ketinggian Air Capai 70 CM | KOMPAS SIANG
“Untuk saat ini, ketinggian air memang sudah mulai menurun, namun masih menggenangi sejumlah titik dengan kondisi yang berbeda-beda karena kontur jalan yang tidak merata,” ujar Medina Andas, Jurnalis KompasTV yang melaporkan langsung di lapangan dikutip dari YouTube KompasTV, Jumat.
Ia juga menambahkan arus air di lokasi cukup bervariasi. Sebab di wilayah RT 03 terpantau relatif tenang, ada juga arus yang terpantau masih deras di wilayah RT 04.
Meski banyak rumah warga yang sudah terendam banjir, mereka memilih untuk bertahan di rumah masing-masing dan tidak mengungsi. Hal ini dikarenakan warga sudah memiliki cukup kesadaran bahwa kawasan tersebut sudah dikenal sebagai daerah rawan banjir, sehingga warga melakukan upaya antisipasi dengan membangun rumah bertingkat agar terbebas dari banjir.
Hingga saat ini belum ada rencana mengungsi. Warga memilih tetap di rumah karena sudah terbiasa menghadapi kondisi seperti ini.
Dari sisi penanganan, pemerintah setempat belum terlihat mengirimkan bantuan pompa air atau pompa mobile di lokasi untuk mempercepat surutnya genangan. Hingga saat ini, warga hanya mengandalkan upaya mandiri dengan memindahkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi, termasuk kendaraan roda dua dan roda empat.
Baca Juga: Jakarta Diguyur Hujan dari Malam Hingga Pagi, Kebon Pala Banjir 1 Meter
Sejalan dengan hal tersebut, karena banyaknya melakukan aktivitas evakuasi mandiri dengan cara berjalan bolak-balik dari lantai bawah ke lantai di atasnya warga mengaku kelelahan. Sehingga hal tersebut juga tentunya berdampak pada kondisi fisik warga.
Hingga kini, warga masih berharap air segera surut sepenuhnya agar dapat kembali beraktivitas normal.
Bagikan perspektif Anda, sumbangkan wawasan dari keahlian Anda, dan berkontribusilah dalam memperkaya pemahaman pembaca kami.
Sumber : Kompas TV
KOMPASTV SHORTS
BERITA LAINNYA
Super League: Persija Jakarta Menang Dramatis 2-1 atas PSM Makassar, Mauricio Souza Puji Tim Lawan
21 Februari 2026, 01:12 WIB
Trump Beri Iran Deadline soal Kesepakatan Nuklir di KTT Board of Peace
21 Februari 2026, 01:07 WIB
AS-Iran Memanas, Eks Dubes RI untuk Tunisia Soroti Pasukan Perdamaian ke Gaza | BOLA LIAR
21 Februari 2026, 01:02 WIB
Jadwal Imsak Hari Ini Sabtu 21 Februari 2026 di Semarang, Solo, Yogyakarta, Madiun, Malang, Surabaya
21 Februari 2026, 01:00 WIB
Kejagung Ungkap Alasan Tuntut Mati Fandi ABK Kapal Sabu 1,9 Ton
21 Februari 2026, 00:51 WIB
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini Sabtu 21 Februari 2026, Cek Waktu Sahur dan Salat Subuh
21 Februari 2026, 00:30 WIB
Jadwal Imsak Hari Ini 21 Februari 2026 di Serang, Tangerang, Bandung, Bekasi, Bogor, Depok
21 Februari 2026, 00:20 WIB
Jadwal Imsak Hari Ini Sabtu 21 Februari 2026 di Medan, Denpasar, Makassar, Pontianak, hingga Mataram
21 Februari 2026, 00:10 WIB
Pemerintah Berencana Buka Bertahap Bandara di Papua yang Ditutup Sementara Pascapenembakan Smart Air
20 Februari 2026, 23:59 WIB
Satgas Operasi Damai Cartenz Bekuk 2 Orang yang Masuk DPO Aksi Kekerasan di Yahukimo
20 Februari 2026, 23:58 WIB
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.