Banjir Kembali Rendam Pasar Cipulir, Aktivitas Pedagang Terganggu – Bloomberg Technoz


Pengunjung melewati genangan air di Pasar Cipulir, Jakarta Selatan, Jumat (20/2/2026). (Bloombeg Technoz/Andrean Kristianto)
Luapan kali Pesanggrahan akibat hujan deras menyebabkan Pasar Cipulir di Jakarta Selatan kembali tergenang air. (Bloombeg Technoz/Andrean Kristianto)
Akibat genangan air tersebut aktivitas pedagang menjadi terganggu. (Bloombeg Technoz/Andrean Kristianto)
Genangan air di Pasar Cipulir bukan kali pertama, pada Januari lalu pasar ini juga terendam. (Bloombeg Technoz/Andrean Kristianto)
Meskipun dengan keterbatasan, pedagang masih tetap melayani pembeli yang datang. (Bloombeg Technoz/Andrean Kristianto)
Pedagang di lantai dua melanjutkan aktivitas mereka meskipun jumlah pembeli berkurang karena kondisi pasar yang terendam. (Bloomberg Technoz/Andrean)
Akibat banjir tersebut, pedagang mengeluhkan penurunan omzet penjualan. (Bloombeg Technoz/Andrean Kristianto)
Bloomberg Technoz, Jakarta – Luapan kali Pesanggrahan akibat hujan deras menyebabkan Pasar Cipulir di Jakarta Selatan kembali tergenang air pada Jumat (20/2).
Berdasarkan pantauan Bloomberg Technoz pada pukul 09.40, genangan air mengganggu aktivitas pedagang, yang mayoritas berjualan pakaian. Sebagian pedagang menutup tokonya, sementara yang lain tetap bertahan dengan memindahkan barang dagangan ke tempat lebih tinggi untuk menghindari kerusakan.
Genangan air terjadi di lantai dasar Pasar Cipulir, sementara pedagang di lantai dua melanjutkan aktivitas mereka meskipun jumlah pembeli berkurang karena kondisi Pasar Cipulir banjir.
Pemprov DKI Jakarta telah melakukan berbagai langkah untuk mengantisipasi banjir yang sering terjadi di kawasan Pasar Cipulir. Salah satunya adalah dengan melakukan sosialisasi Proyek Pembangunan Rumah Pompa Cipulir pada 3 Februari 2026 bersama Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kota Administrasi Jakarta Selatan.
Pada kunjungannya ke Pasar Cipulir pada Senin (9/2), Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menjelaskan bahwa lokasi pasar terletak di titik terendah Jalan Raya Ciledug dan dikelilingi Kali Pesanggrahan yang membentuk pola menyerupai tapal kuda. Hal ini menyebabkan kawasan ini sering terdampak banjir. 
Rano juga menyebutkan bahwa kerusakan turap Kali Pesanggrahan di pintu masuk pasar mengakibatkan amblasnya tembok pagar pembatas pasar sepanjang 33 meter.

(dre)
Hak Cipta © 2023 – Berita Mediatama Indonesia

source